Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Aman dan Selamat

PTM Aman dan Selamat

Pandemi covid 19 melanda dunia, berbagai  bidang kehidupan terkena dampaknya, termasuk bidang pendidikan. Selama pandemi covid 19 di Indonesia diberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan guru lewat media online seperti Whatsapp, Google Meet, Google Form, Zoom dan jenis lainnya. Proses pembelajaran jarak jauh ini dilaksanakan sesuai Surat Edaran SekJend Kemendikbud No. 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dalam  Masa Darurat Penyebaran Covid-19.   Dalam penerapan kebijakan PJJ ini sering kali menghadapi masalah. Ada masalah teknis seperti ketersediaan infrastruktur khususnya infrastruktur teknologi & aplikasi serta masalah kemampuan anak, orang tua, guru dan tenaga pendidik  mendukung sistem ini. Muncul gagasan untuk kembali membuka sekolah dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) . PTM  adalah kegiatan belajar mengajar secara tatap muka antara peserta didik dengan pendidik dengan salah syarat kapasitas 50% kehadiran siswa setiap kelas, 3 hari & 4 jam dalam KBM.

Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) DKI Jakarta melaksanakan acara “Semua Peduli Pendidikan” (Sepekan) melalui zoom yang juga disiarkan langsung melalui Channel Youtube Komnas Pendidikan DKI Jakarta. Webinar ini diselenggarakan pada  tanggal 13 Juni 2021, jam 15.30 hingga 17.45 dengan tema “ PTM Aman dan Selamat “.  Webinar dibuka oleh Eliya SE, M.kom. Wakil Sekretaris Komnasdik DKI Jakarta, dan dipandu oleh Moderator, bapak Ki Tato Darmanto, selaku Wakil Ketua Komnasdik DKI Jakarta. Pembicara pertama adalah penyampaian  hasil survey  oleh  Ir. Dinar Juwita. Ketua Umum Komnasdik DKI Jakarta.  Ibu Dinar menyampaikan hasil survey yang dilakukan oleh Komnasdik DKI Jakarta selama 3 bulan Sept-Nop 2020,  dengan responden terdiri dari  orang tua, siswa & guru, menyatakan setuju dilakukan  PTM.  Namun separuhnya lagi menyatakan tidak setuju. Saat itu (tahun 2020) mereka  takut anaknya tertular Covid 19 di sekolah.

Webinar PTM Aman dan Selamat ini, menghadirkan dua narasumber lainnya, yaitu Drs. Momon Sulaeman, M.M., M.Si. dari Dinas pendidikan DKI Jakarta dan Dr. Harry Firman M.Pd dari Universitas Pendidikan Indonesia. Bapak Drs. Momon Sulaeman dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta  menyampaikan  terimakasih kepada  Komnasdik DPW DKI Jakarta atas survei yang telah dilakukan mengenai PTM. Dia menghimbau agar terbentuk kolaborasi semua stakeholder pendidikan agar terwujud PTM aman dan selamat. Beliau menyampaikan penilaian-penilaian sebagai persyaratan dan Ketentuan dr Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta kepada sekolah-sekolah yang ingin mengajukan sebagai Seolah yang Siap Belajar dengan PTM. Bisa dilihat di https://siapbelajar.jakarta.go.id.

Selanjutnya Bapak Dr. Harry Firman M.Pd mengawali paparannya dengan mengemukakan masalah pembelajaran di tengah pandemi covid 19. Menurutnya, membuka sekolah atau menutupnya sama  sama menpunyai resiko. Membuka sekolah diancam penularan covid 19 dan bila menutup sekolah membuat siswa dan orang tua jenuh dan kesulitan.  

Beliau melanjutkan, bagaimanapun kondisinya, PTM sangat diperlukan siswa. Beliau juga mengemukakan kerangka acuan dari Unesco dan Unicef mengenai  membuka kembali sekolah. Sebelum PTM perlu dipersiapkan kondisi sekolah dengan fokus keamanan dan keselamatan siswa, guru dan tenaga pendidik.  Investasi air, dan sanitasi merupakan bagian penting untuk ketersediannya. Perlu upaya berlapis untuk mencegah penyebaran covid 19, mulai dari sanitasi kelas, hingga kesadaran untuk mengikuti protokol kesehatan.  Dia menggagas PTM terbatas, yaitu memilah mata pelajaran mana yang efektif dilakukan secara PJJ dan mana yang harus dilakukan  PTM. 

Webinar Sepekan (Semua Peduli Pendidikan) yang dihadiri oleh orang tua siswa, guru, kepala sekolah dan pengurus-pengurus yayasan sekolah serta masyarakat yang peduli Pendidikan ini merupakan acara rutin yang dilaksanakan oleh Komnasdik DPW DKI Jakarta melalui zoom yang disiarkan langsung melalui Youtube.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *